SMKN 5 Batam jadi tuan rumah Job Maching SMK 2017 Provinsi Kepri

Targetkan 500 Tamatan SMK Sukses di Job Maching

BATAM (HK) – Guna mengatasi jumlah penggangguran, khususnya tamanan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri serta Swasta, maka Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, menggelar Job Maching (Bursa Tenaga Lowongan Kerja) SMK 2017 Kepri, di enam titik lokasi dari tanggal 6 hingga 31 September 2017.

Enam lokasi yang dimaskudkan, Pertama di SMKN 5 Batam, Sagulung, untuk bidang teknologi, di SMKN 2 Batam, Batam Centre untuk bidang pariwisata dan kuliner, di SMKN 6 Batam di Nongsa, yang juga membidangi teknologi, di SMK Kolese Tiara Bangsa, di Batam Centre, dengan membidangi menagement dan perkantoran, dan di SMK MHS di Batuampar, dengan membidangi multi media dan IT.

Ketua Pelaksana Job Maching SMK 2017 Kepri, Agus Sharir mengungkapkan, Job Maching adalah program pemerintah untuk mempromosikan Sumber Daya Manusia (SDM), terhadap lulusan SMK kepada pada perusahaan swasta yang berada di seluruh daerah, serta perusahaan swasta yang berada dilingkungan daerah terdekat. Sehingga dapat mengatasi jumlah penggangguran yang ada.

“Dalam pelaksanaan program Job Maching SMK 2017 Kepri, kebetulan SMKN 5 Batam yang di tunjuk pemerintah pusat sebagai sekolah penghubung (hub) di Kepri ini,” kata Agus, Selasa (5/9) siang di SMKN 5 Batam, Sagulung.

Dikatakan Agus, sebagai sekolah penghubung di Provinsi Kepri pihaknya akan melakukan sosialisasi program Job Maching SMK 2017 ke seluruh SMK yang ada di Kepri, untuk dapat menampung para lulusan SMK mendapatkan peluang kerja dengan seluruh perusahaan yang menjadi mitra SMK.

“Sebab, sebagai lembaga pendidikan yang bermutu SMK berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang unggul dan berkompeten dibidangnya masing masing. Sehingga para lulusan SMK telah siap bisa bekerja dan ditempatkan di segala lini posisi dalam perusahaan,” kata Kepala Sekolah SMK 5 Batam.

Untuk program tahun ini, terang Agus, pihaknya sudah menargetkan sebanyak 500 orang lebih dari tamatan SMK di Batam, bisa lulus Job Maching di seluruh Kepri.

“Saat ini saja, sudah ada 37 perusahaan yang mendaftar dalam program Job Maching, agar mereka mendapatkan sejumlah karyawan yang diinginkan, dari 49 posisi yang akan diisi oleh bursa tenaga kerja lulusan SMK,” terangnya lagi.

Perwakilan Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI, Subdit Penyelaras Kejuruan dan Kerjasama Industri, Agus Wibowo mengungkapkan, program Job Maching bertujuan untuk meningkatkan daya serap bagi perusahaan terhadap para alumni SMK, untuk mendapatkan lapangan kerja yang ada.

“Alhamdulillah, program ini mendapat tanggapan positif bagi perusahaan serta industri. Sehingga program ini dapat meningkatkan citra SMK, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan mengurangi jumlah pengangguran bagi lulusan SMK,” ungkap Agus Wibowo.

Menurut Perwakilan Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI, di Provinsi Kepri ini sangat besar peluang bagi lulusan SMK, untuk mendapatkan peluang kerja yang lebih banyak. Sebab, Kepri merupakan kota kawasan industri yang berbatasan dengan negara luar.

“Kota Batam dan Kepri memiliki peluang untuk penyerapan SDM lulusan SMK yang mumpuni. Sehingga program Job Maching harus dapat kita mamfaatkan
dengan peluang yang besar dan sebaik baiknya,” pungkas Agus.

Sementara, Kepala Dinas Pendidkan Provinsi, Drs Arifin Nasir mengatakan, kegiatan Job Maching sangat bernilai positif dan berkesesuaian pula dengan program pemerintah daerah maupun pusat dalam mengatasi penggangguran serta mempasilitasinya dengan peluang ataupun kesempatan kerja yang ada.

“Artinya, Program Job Maching ini bersifat memasarkan tamatan siswa SMK, untuk mendapatkan sebuah kesempatan kerja yang lebih baik dan sesuai pula  dengan kemampuan dan kopetensinya,” Arifin Nasir, usai membuka kegiatan
resmi program Job Maching, di SMKN 5 Batam.

Diungkapkan oleh Kadis Pendidikan Provinsi ini, terkait Program Job Maching  harus didukung oleh semua kepala sekolah SMK, maupun disosialisasikan ke seluruh daerah di Kepri. Sehingga membuka peluang kerja bagi semua lulusan SMK tersebut, dengan kesempatan kerja yang sama.

“Dari itu, kita minta para kepala sekolah SMK harus mendukung dengan aktif, agar Program Job Maching ini terlaksana dengan baik, serta maksimal. Kalau tidak, tentu setiap kepala sekolah yang tidak mendukung akan ditinjau kembali penempatannya, ataupun akan kita pindahkan,” tegas Kadispenprov.

Program Job Maching ini akan dilaksanakan di 7 kabupaten dan kota di Kepri.
Sebab, dalam program tersebut bertujuan untuk mempertemukan para pencari kerja dengan dunia usaha dan industri, melalui sebuah sistem sekolah.

“Sangat kita harapkan, dengan Program Job Maching ini seluruh perusahaan swasta dan BUMN, maupun BUMD di Kepri ini, mampu menyerap tenaga kerja lulusan SMK sebanyak banyaknya, hingga bisa meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Afirin Nasir. (vnr)