Kolaborasi SMK dan Industri untuk tenaga kerja yang Kompeten

Spread the love

Tanggal 10-12 april 2019 telah dilaksanakan rapat koordinasi pengembangan jejaring kerjasama industri untuk wilayah Sumatera bagian utara. Acara berlangsung di Hotel Allium, kota batam. Acara dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Dr. Muhd Dali, MM dan dihadiri oleh Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerjasama Industri Ditpsmk Saryadi ST, MBA, Seksi Kerjasama Industri Yulaiti Sri Hidayati M.Si dan Deputi pengembangan Vokasi dan politeknik Kementrian Perindustrian Mujiono.

Rapat Koordinasi melibatkan 150 SMK dan 99 Industri ini untuk meningkatkan jejaring dan kerjasama bagi SMK dan Industri. Mujiono menyampaikan bahwa SMK harus bisa memenuhi kebutuhan industri yang saat ini membutuhkan kurang lebih 600 ribu tenaga kerja siap pakai per tahun, saat ini SMK baru bisa memenuhi setengahnya. Mujiono melanjutkan bahwa SMK harus bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar, untuk itu program link and match harus bisa terlaksana dengan baik, agar penyerapan alumni SMK bisa maksimal.

SMK saat ini juga dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan industri 4.0. Ciri industri 4.0 adalah kemampuan mesin, sensor, perangkat dan manusia dapat terhubung dan berkomunikasi melalui internet. Pembangunan SDM dinilai menjadi faktor utama untuk dapat bersaing di era industri 4.0 ini. Mujiono juga memaparkan bahwa terdapat 5 kompetensi yang harus dimiliki jika ingin ikut berbicara banyak di era industri 4.0 ini, yaitu:

  1. Coding dan Programing
  2. Mekatronika/Otomatisasi
  3. Data Analysis dan Statistik
  4. Artificial Intelligence/sensor
  5. Softskill flexibility

Kerjasama antar SMK dan Industri harus dapat ditingkatkan, karena kebutuhan terhadap tenaga kerja yang kompeten mutlak harus disiapkan sejak masa pendidikan menengah. SMK didorong agar proaktif dalam menjalin kerjasama dengan Industri, serta Industri dituntut untuk dapat membuka diri dan ikut serta membangun ekosistem pendidikan vokasi. pemerintah saat ini sedang mengkaji kebijakan fiskal yang akan diterapkan agar industri memiliki dorongan untuk dapat membantu SMK, baik dalam sarana dan prasarana maupun kerjasama dalam bentuk lainnya.

Mujiono menyampaikan dalam paparannya bahwa Indonesia akan menikmati bonus demografi pada tahun 2020-2030, untuk itu peningkatan kompetensi tenaga kerja merupakan salah satu cara agar bonus demografi tersebut dapat dimaksimalkan. Pembentukan tenaga kerja yang kompeten diharapkan dapat dibentuk melalui kerjasama SMK dengan Industri melalui program link and match. SMKN 5 Batam siap bekerjasama dengan Industri dalam upaya mempersiapkan dan menyediakan tenaga kerja yang kompeten bagi industri.