Kurikulum

KURIKULUMlogosmkn5

Uji Kompetensi Keahlian pada SMK merupakan bagian Ujian Nasional yang menjadi  indicator ketercapaian   standar   kompetensi   lulusan, sedangkan  bagi  stakeholder  akan  dijadikan sebagai informasi atas kompetensi yang dimiliki si  calon tenaga  kerja.  Pada  tahun pelajaran 2011/2012  Ujian Nasional  bagi  peserta  didik SMK diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan       Kebudayaan       Republik       Indonesia (Permendikbud  RI)  Nomor 59  Tahun 2011 tentang Kriteria  Kelulusan Peserta  Didik dari Satuan  Pendidikan  dan  Penyelenggaraan  Ujian  Sekolah/Madrasah  dan  Ujian Nasional.

Oleh  karena  kurikulum  SMK  dikembangkan  dan  dilaksanakan  menggunakan pendekatan berbasis kompetensi (competency-based curriculum), maka penilaian hasil  belajar  harus  menggunakan  metode  penilaian  berbasis  kompetensi (competency-based assessment). Pelaksanaan penilaian hasil belajar berbasis kompetensi diarahkan untuk mengukur dan menilai performansi peserta uji meliputi
aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penilaian terhadap hasil belajar pada SMK dilaksanakan melalui Uji Kompetensi Keahlian sesuai dengan kriteria kinerja (performance criteria) yang dituangkan dalam soal Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan.

Teori Kejuruan mengukur pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap landasan keilmuan di samping untuk menguji analisis, daya nalar dan penyelesaian masalah, sedangkan Praktik Kejuruan mengukur kemampuan peserta uji dalam mengerjakan  sebuah  penugasan  atau  membuat  suatu  produk  sesuai  tuntutan standar kompetensi. Pola pelaksanaan ujian Praktik Kejuruan mengikuti pola Lomba Keterampilan Siswa (LKS) dengan alokasi waktu antara 18 sampai 24 jam dan bersifat  penugasan  perseorangan (individual  task)  sesuai  dengan  kompetensi keahlian.

Pedoman  ini  diharapkan  menjadi  acuan  bagi  para  pihak  yang  terlibat  dalam Penyelenggaraan  Uji  Kompetensi  Keahlian  pada  Ujian  Nasional  SMK  tahun pelajaran 2011/2012