SMKN 5 Batam Juara 1 Kompetisi Bola Voli Kota Batam

Spread the love

□ Team SMK 5 Tertindas di Babak 1 dan 2 Karena Pelatih Belum Datang

SMKN 5 BATAM – Grand Final Kompetisi Bola Voli yang diselenggarakan oleh SMAN 17 Batam pada hari Minggu, 22 September 2019 membuat ribuan mata enggan berkedip karena menyaksikan pertandingan yang sangat seru. Grand final ini terdiri dari 2 team yang sama-sama kuat, yaitu SMKN 5 Batam berhadapan SMAN 5 Batam. Pertandingan berlangsung dengan tegang dan sangat berimbang.

Di awal pertandingan pada babak 1 pemain-pemain SMKN 5 Batam belum menemukan strategi bermain yang kolaboratif karena pelatihnya Pak Itria Saputra, S. Pd belum datang. Serangan-serangan yang dilancarkan oleh pemain SMAN 5 Batam sangat luar biasa dan menekan permainan SMKN 5. Pada babak 1, SMAN 5 dengan mudah megalahkan team SMKN 5 Batam. Beberapa kesalahan dan kurang komunikasi di lapangan membuat team SMKN 5 Batam tidak bisa tampil maksimal pada babak 1 ini.

Di babak ke 2, team SMKN 5 Batam berusaha memperbaiki cara bermain dengan melakukan rekonstruksi posisi menyerang menjadi posisi bertahan. Berusaha memperbaiki passing of ball baik passing bawah maupun passing atas. Leonardo dengan nomor punggung 16 diposisikan sebagai blocking untuk menghalau serangan pemain SMAN 5 Batam yang merupakan pemain handal dari team Battex Batam. Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan tapi team SMKN 5 Batam belum mampu mengejar ketinggalan poin dari SMAN 5 Batam. Tapi perolehan poin di babak 2 sudah lebih baik dari pada babak 1 dan komunikasi pemain di lapangan sudah terjalin lebih baik dari sebelumnya. Namun babak 2 ini masih dimenangkan team SMAN 5 Batam. Tampak lesuh dan kehilangan semangat di raut wajah pemain-pemain team SMKN 5 Batam. Tatapan mata mereka tampak merasa bersalah di hadapan guru pendampingnya. Tapi guru pendampingnya berusaha menghibur dan menyemangati dan meyakinkan mereka bahwa masih ada kesempatan untuk mengejar ketinggalan. Derap langkah kaki mereka begitu berat untuk memasuki lapangan melanjutkan babak ke 3. Semua tertunduk dan terdiam begitu juga dengan suporternya. Namun guru pendampungnya terus menghibur mereka agar bisa bermain dengan maksimal.

Babak ke 3 kembali dimulai ditandai dengan bunyi pluit sang wasit, posisi bermain kembali diubah dan pemain diganti. Strategi bertahan diperkuat kembali dan libero dioptimalkan. Pertandingan babak 3 sudah dimulai, Pelatih team Pak Itria Saputra juga akhirnya datang ke arena pertandingan. Kedatangan beliau bagai turunnya hujan di semenanjung yang berkabung asap tebal. Siswa kembali semangat dengan kehadirannya. Beliau langsung mengubah konsep permainan dan melihat kekurangan-kekurangan siswa di lapangan dan langsung memperbaikinya. Sedikit demi sedikit permainan team SMK 5 semakin membaik. Pertahanan dan block semakin rapi dan juga serangan semakin maksimal. Team SMAN 5 Batam mulai panik dan kehilangan kendali sementara semangat team SMKN 5 semakin berkobar. Dengan sangat berat babak ketiga berhasil dimenangkan team SMKN 5 Batam dengan score 25: 22. Secercah harapan kembali hidup di dalam hati siswa. Mereka mulai percaya diri bermain di lapangan. Tekanan serangan mulai dapat dikendalikan.

Pada babak ke 4, SMAN 5 kelihatan marah dan melakukan banyak smashing dengan variasi yang bagus, tapi kebanyakan dari smashing itu dapat diblock dengan baik oleh pemain SMKN 5. Urutan poin sangat ketat dan saling mendahului. Reli panjang juga sering terjadi membuat hati penonton berdebar-debar. Babak ke 4 ini juga berhasil dimenangkan oleh team SMKN 5 Batam dengan score 25:21. Rasa syukur yang tak terhingga. Team lawan semakin terpuruk dengan trouble mental. Karena pada awalnya mereka sudah yakin akan menang, sebab sudah memenangkan 2 set.

Rubber set menjadi keputusan wasit dengan score maksimal 15. Wasit memberikan arahan kepada masing-masing kapten kedua team. Babak ini benar-benar membuat semua penonton penasaran dan sesak di dalam dada, team yang manakah yang terlebih dahulu memperoleh poin 15?. Pelatih SMKN 5 Batam fokus menata posisi pemain agar rapi dan rapat dalam bertahan, blok dan sisip. Dia menunjukkan kualifikasinya sebagai pelatih. Ia memantau jalannya pertandingan. Poin terus bergulir dengan ketat. Dipertangahan permainan babak ke 5 dimana score menunjukkan 8:7, SMAN 5 = 7 dan SMKN 5 = 8. Wasit mengintruksikan pertukaran lapangan. Permainan makin memanas, baku smashing dan blocking terjadi bertubi-tubi hingga akhirnya poin 11 : 11. Kedua pelatih team dan guru pendamping kelihatan berwajah pucat dan sulit bernafas. Gustian berhasil memblock serangan lawan, akhirnya poin SMKN 5 mendahului poin lawannya menjadi 12:11. Begitu juga selanjutnya, Rendy bermain dengan perhitungan yang sangat matang membuahkan penambahan poin ke SMKN 5 Batam menjadi 13:11 dilanjutnya dengan smashinya sehingga poin 14:11. Detik-detik servis terakhir dilakukan team SMKN 5, posisi blocking sudah siap untuk melakukan tugasnya dan libero sudah standby di posisi belakang menjangkau arah bola. Dengan hati-hati Saling melakukan servis dimana bola melintas di atas jaring net dengan cepat. Bola itu diterima oleh libero pihak lawan dan diumpan kepada spikenya oleh tosher, namun smashan itu berhasil diblock oleh Gustian dan jatuh ke daerah lawan. SMKN 5 Batam berhasil memperoleh poin 15 dan bunyi pluit wasit berdering keras 3x menandakan kemenangan menjadi milik SMKN 5 Batam.

Hiruk pikuk gemah gemuruh saling berhamburan berlari menuju lapangan untuk mengungkapkan rasa syukur dan gembira atas kemenangan yang diperoleh. Kemenangan yang tidak disangka akan dicapai karena melihat tekanan lawan di babak 1 dan 2. Perjalanan panjang dengan susah payah untuk meraih juara ini, hari ini telah tetcapai asah dan cita itu. Benar kata pepatah: “Siapa yang sungguh-sungguh berusaha dan tidak mau menyerah saat kondisi sulit, maka mereka akan bertemu dengan kemenangan.” Patut diapresiasi mental anak-anak ini, ketika semua orang sudah mengatakan mereka tidak sanggup dan akan kalah, tapi mereka membuktikkan bahwa mereka hanya butuh proses untuk menjadi pemenang. Pemenang adalah mereka yang mau berusaha terus menerus untuk meningkatkan kemampuan sampai batas kemampuan mereka.

Ditulis oleh Albert Efendi Pohan
Berita olah raga SMKN 5 Batam
Salam hormat kepada anak-anak kami. Kami mengapresiasi perolehan dan kerja kerasnya. Tingkat terus kemampuannya dengan berlatih sungguh-sungguh.