Penguatan Karakter Disiplin Siswa Bersama TNI AL

Spread the love

SMKN 5 BATAM – Program penguatan karakter disiplin siswa SMK Negeri 5 Batam dilakukan bersama TNI Angkatan Laut Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Agenda ini diselenggarakan selama 6 hari mulai dari tanggal 11-18 Desember 2019 dari pukul 08.00-12.00 Wib di Lapangan Utama SMK Negeri 5 batam. Program ini diiukti oleh seluruh siswa-siswi SMK Negeri 5 Batam, kecuali siswa yang sedang menjalani Praktek Kerja Industri (Prakerin).

Secara umum agenda ini dilakukan berdasarkan instruksi Direktorat PSMK dalam rakor SMK Revitalisasi Tahun 2019. Berdasarkan rakor tersebut ada 6 aspek Pendidikan karakter yang harus diterapkan dalam proses pembelajaran di SMK. Karater yang dimaksud adalah karakter kepemimpinan, kedisiplinan, ketarunaan bekerjasama dengan TNI dan POLRI, kerohanian, pengembangan minat dan bakat, dan kontrak belajar (harmonisasi) antara orang tua, siswa dan sekolah. Secara khusus, agenda ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran disiplin siswa di sekolah untuk mengikuti peraturan yang ditetapkan ujar Bu Endah Kumalasari, S. Pd selaku wakil kepala sekolah dibidang Kesiswaan.

Disamping itu, pandangan lain yang meatarbelakangi pelaksanaan program penguatan karakter disiplin ini mengacu kepada hasil pertemuan HKI (Himpunan Kawasan Industri Batam) dengan Kepala sekolah SMK di Kota Batam. Berdasarkan hasil pertemuan itu, seluruh siswa yang akan mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakerin) atau Pemagangan ke Perusahaan harus memiliki karakter disiplin yang baik dan teruji. Untuk itu kerjsama dengan pihak TNI dan POLRI merupakan salah satu solusi yang sangat efektif untuk mencapai standar yang diharapkan dunia usaha dan dunia industri.

Siswa yang mengikuti penguatan karakter ini dibimbing oleh TNI AL secara total dan disiplin. Seluruh peserta harus mengikuti seluruh ketentuan yang dutetapkan oleh pelatih setiap kelompok. Siswa dilatih banyak hal seperti Peraturan Baris Berbaris (PBB) secara berkelompok. Dalam latihan ini siswa dibimbing untuk melatih keseragaman gerakan dalam membangun jiwa dan mental yang terarah, teratur, sopan, dan pemberani. Beberapa aktifitas dalam baris berbaris yang diajarkan seperti berdiri dalam keadaan siap dan sempurna, posisi duduk rapi dan teratur, posisi dan keseragaman gerakan menghormat, gerakan putar balik, balik kanan, melangkah secara serentak dan lurus, mundur dengan serentak dan lurus, mengekspresikan sikap hormat dan taat aturan seperti meminta izin masuk dan keluar dari barisan. Menerima sangsi berupa hukuman jika melanggar peraturan dan melakukan kesalah dengan sengaja.

Kegiatan ini diajarkan kepada siswa untuk memahamkan siswa secara langsung tentang disiplin, kerja sama, kekompakan, dan solidaritas ditengah-tengah keberagaman yang mutlak ada. Disamping itu, pelatihan ini untuk menumbuhkembangkan kesadaran terhadap peraturan baris berbaris secara baik dan benar. Menurut salah seorang pelatih, jika hal ini terus menerus dilakukan, maka secara berlahan kedisiplinan akan menjadi budaya yang melekat di dalam diri siswa. Kebudayaan disiplin ini akan mampu mempengaruhi aspek lain dalam kehidupan siswa, seperti kemauan belajar, kemampuan beradaptasi, kemampuan memilah mana yang baik dan mana yang salah serta kemampuan mengintropeksi diri secara matang. Para pelatih juga menganjurkan untuk mencapai kesempurnaan sikap atau karakter disiplin harus ditopang oleh ilmu dan praktek agama yang baik dan benar sebagai pondasi pembentukan karakter manusia. Untuk itu kedua aspek tersebut harus dicanangkan secara seimbang dan berkelanjutan agar budaya disiplin itu berkembang sejalan dengan kesadaran diri siswa-siswi.

Disamping poin yang dipaparkan di atas, Anggota TNI AL yang bertindak sebagai pelatih kedisiplinan ini berpendapat bahwa pihak sekolah harus turut menunjukkan sikap disiplin terlebih dahulu agar bisa menjadi contoh yang baik bagi siswa. Dalam paparannya beliau menekankan bahwa kedisiplinan bukan berbentuk tertulis melainkan tindakan taat kepada aturan tertulis yang disepakati. Dalam istilah lama diketahui “Guru kencing berdiri, maka murid kencing berlari”. Artinya adalah bahwa hal-hal buruk yang diadopsi dan diaplikasikan siswa dalam kehidupannya karena dipengaruhi oleh contoh buruk yang ditampilkan orang-orang tertentu di sekelilingnya, dalam hal ini termasuk apa yang ditunjukkan oleh orang tua mereka di rumah, guru mereka di sekolah dan teman-teman mereka di lingkungan masyarakat.

Dengan adanya program ini, tentu harapan semua pihak adalah adanya perubahan sikap siswa yang belum baik menjadi baik, dari yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Dipandang program ini sangat penting, sehingga Kepala SMK Negeri 5 Batam Agus Sahrir, M. Pd berencana akan menjadikan program ini sebagai kegiatan rutin setiap tahunnya. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelatihan dan Pendidikan khusus bagi siswa berkaitan dengan kedisiplinan melalui program ketarunaan yang bekerja sama dengan TNI dan POLRI sesuai dengan Instruksi Direktorat PSMK dalam rakor Revitalisasi SMK Tahun 2019. Semoga ikhtiar yang dilakukan ini memberikan dampak positif kepada seluruh peserta dan menjadikan nilai kebajikan kepada penyelenggara.

Ditulis oleh Albert Efendi Pohan
Berita Pendidikan