Produksi Grafika

oke-bb

Visi
 
Mewujudkan tenaga kerja menengah yang professional dalam bidang Produksi Grafika, dengan bekal keteranpilan, sikap kerja (etos kerja) sesuai tuntutan dunia usaha dan dunia industri, berwawasan luas, berbudi pekerti yang luhur, serta memiliki sikap hidup yang mandiri.
 
 Misi

 

  1. Mengembangkan kepribadian luhur dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. Menuasai perngetahuan dan keterampilan dalam bidang Produksi Grafika.
  3. Mengembangkan sikap yang baik (etos kerja) sesuai tuntutan dunia usaha dan dunia industry pada bidang keahlian Produksi Grafika.
  4. Mampu mengikuti perkembangan teknologi Produksi Grafika.
  5. Mampu berwirausaha dalam peluang usaha Produksi Grafika.
  6. Mewujudkan tamatan yang berkepribadian unggul dan mampu mengembangkan diri.
  7. Mewujudkan tamatan yang bertaraf Internasional.

                                                                                                                

Kompetensi Kejuruan Produksi Grafika:

1. Desain grafis percetakan
2. Mengoperasikan mesin cetak tinggi
3. Mengoperasikan mesin cetak lembaran offset
4. Mengoperasikan mesin cetak digital
5. Memproduksi cetakan dengan cetak sablon
6. Mengerjakan pelipatan lembaran cetak secara manual
7. Mengerjakan pelipatan lembaran cetak denga mesin
8. Menyusun gabung lembar cetak secara manual
9. Menyusun gabung lembar cetak dengan mesin
10.Menjilid manual
11.Menjilid dengan lem panas
12.Menjilid dengan jilid kawat
13.Menjilid dengan jilid benang
14.Mengerjakan laminating
15.Memotong kertas dengan mesin semi otomatis
16.Memotong kertas dengan mesin full otomatis
17.Membuat pisau pon atau embosing cetak
18.Mengepon hasil cetak dan hasil embos
19.Mengelem hasil pon secara manual
20.Mengelem hasil pon dengan mesin 
21.Mengemas hasil cetak
22.Mengirimkan hasil cetakan
23.Menghitung biaya cetak
24.K3 (kesehatan, keamanan dan keselamatan kerja)

 

Teknik Cetak & Reproduksi

Teknik cetak & Reproduksi

Teknik cetak & Reproduksi

Seorang Desainer Grafis harus memiliki pengetahun mengenai teknologi Grafika dari mulai pracetak-cetak hingga pacsa cetak, sehigga dapat menghindari pemakaian elemen desain yang sangat riskan pada teknik cetak, dan sisi baiknya dapat lebih memaksimalkan ide lebih efesiensi dan kreatif.

 

Teknik cetak yang sering digunakan antara lain :

1.     Cetak Offset (Offset Printing)

2.     Cetak Flexografi (Flexography Printing)

3.     Cetak Rotogravure (Rotogravure Printing)

4.     Cetak Sablon (Screen Printing)

5.     Cetak digital (Digital Printing)

 

Cetak offset adalah suatu teknik mencetak dengan menggunakan pelat yang datar sebagai acuan cetak.

Berdasarkan cara pemasukan material kertas yang akan di cetak, mesin cetak Offset dapat dibagi dua:

1.     Mesin cetak lembaran (sheet fed) yaitu mesin cetak yang menggunakan kertas lembaran.

2.     Mesin cetak gulungan (Web fed) yaitu mesin cetak yang menggunakan kertas roll/gulung.

Cetak offset sheeted banyak digunakan untuk mencetak pekerjaan seperti majalah, buku, brosure, kalender, poster dll.

Cetak Web offset digunakan untuk mencetak Koran, tabloid, buku atau majalh yang menggunakan kertas yang lebih tipis disbanding cetak sheetfed.

 

Ciri khas cetak Offset Sheetfed

–       Cocok untuk mencetak diatas kertas dengan berat sekitar 100-270 gram

–       Cocok untuk mencetak dengan jumlah sekitar di atas 1000exp hingga 10.000 exp.

–       Cocok untuk mencetak majalah, buku, brosur dan lainnya dengan kualitas tinggi.

 

Ciri khas cetak Offset Webfed

–       Cocok untuk mencetak diatas kertas dengan berat sekitar dibawah 100 gram

–       Cocok untuk mencetak jumlah cetak sekitar ratusan ribu exemplar

–       Kecepatan lebih tinggi disbanding cetak dimesin sheetfed

–       Dapat langsung mencetak pada kedua sisi kertas.

 

Cetak Gravure

Cetak Rotogravure adalah suatu teknik cetak yang menggunakan Silinder sebagai acuan cetaknya, dan sering disebut dengan cetak dalam oleh karena tinta yang berada dibagian dalam image area dialihkan dari Silinder langsung ke media cetak. Pembentukan gambar pada silinder dapat menggunakan teknologi  Laser, Direct Etching atau Engrave Helio, sehingga terbentuk sel kecil dengan kedalaman tertentu. Cetak Gravure banyak digunakan untuk mencetak kemasan permen, rokok, plastic tipis, alumunium foil ataupun flexible packaging.

Ciri-ciri cetak Rotogravure

–       Cocok untuk mencetak diatas plastic tipis, alumunium foil, material transparent atau apaque.

–       Cocok untuk mencetak oplah yang tinggi

–       Cocok untuk mencetak jumlah warna lebih dari 8 warna.

–       Warna lebih konsisten dibandingkan denga teknik cetak lainnya.

Cetak Flexografi adalah suatu teknik cetak yang menggunakan acuan cetak berupa pelat dari karet atau photopolymer. Cetak flexografi dikenal juga sebagai cetak tinggi karena tinta dialihkan dari area cetak yang lebih tinggi ke media cetak. Pemindahan tinta ke pelat cetak melalui rol transfer yang disebut Anilox dan terbuat dari tembaga (Cu) atau keramik. Pemahaman sederhana cetak fleksografi dapat kita lihat pada prose’s pembuatan stempel. Cetak flexografi banyak digunakan untuk mencetak kemasan label, corrugated (karton gelombang).

Ciri khas cetak Flexografi :

–       Cocok untuk material berupa karton gelombang

–       Cocok untuk mencetak dengan jumlah cetak tinggi

Cetak sharing atau screen printing adalah suatu teknik cetak yang menggunakan Silk Screen sebagai acuan cetaknya. Cetak saring dikenal juga sebagai cetak sablon. Cetak sablon ini memiliki kualitas yang bervariasi. Banyak digunakan untuk pencetakan kaos, gelas, seng, mika, plastic, kertas dan lainnya. Saat ini teknologi cetak sablon sudah menerapkan system Computer to Screen, yang dapat menghasilkan kualitas tinggi.

 

Ciri khas cetak sablon :

Dapat mencetak diatas hampir semua benda padat, seperti gelas, kaca, keramik, aluminium, seng, mika, plastic, kertas dan lainnya. Karena dilakukan manual (kecuali yang sudah menerapkan teknologi Computer To Screen).

 

Digital Printing

Cetak digital atau Digital Printing adalah suatu taknik cetak tanpa melalui prose’s pembuatan acuan cetak, melainkan melalui prose’s digital atau “any printing completed via digital file. Semua prose’s pencetakan dilakukan dan dikontrol secara digital dan memiliki metode penintaan yang berbeda sesuai teknologi masing-masing. Di Indonesia saat ini istilah digital printing agak rancu karena perusahaan yang mengaku memiliki jasa digital printing didalamnya berbagai

Diposkan oleh dery firdaus di 17.21 0 komentar

sejarah teknik grafika

 

SEJARAH PERCETAKAN

Sejarah pencetakan dimulai sekitar 3000 SM dengan duplikasi gambar. Penggunaan putaran segel silinder untuk rolling yang terkesan ke tablet tanah liat kembali ke peradaban Mesopotamia awal sebelum 3000 SM, di mana mereka adalah karya yang paling umum seni untuk bertahan hidup, dan gambar fitur yang kompleks dan indah. Dalam kedua Cina dan Mesir, penggunaan prangko kecil untuk segel mendahului penggunaan blok yang lebih besar. Di Eropa dan India, pencetakan kain tentu didahului pencetakan kertas atau papirus, ini mungkin juga terjadi di Cina. Proses ini pada dasarnya sama – di Eropa tayangan presentasi khusus dari cetakan sering dicetak pada sutra sampai setidaknya abad ketujuh belas.

Di Cina

Fragmen woodblock awal dicetak berasal dari Cina. Mereka terdiri dari bunga dicetak dalam tiga warna pada sutra. Mereka umumnya ditugaskan keDinasti Han sebelum 220. Teknologi pencetakan pada kain di China disesuaikan dengan kertas di bawah pengaruh Buddhisme yang diamanatkan peredaran terjemahan standar di wilayah yang luas, serta produksi beberapa salinan teks kunci untuk alasan agama. Buku-blok kayu tertua dicetak adalah Sutra Berlian . Ini membawa tanggal 'hari ke-13 dari bulan keempat tahun kesembilan dari era Xiantong' (yaitu 11 Mei 868). Sejumlah dicetak Dharani-s, bagaimanapun, mendahului Sutra Diamond oleh sekitar dua ratus tahun (lihat Dinasti Tang ).

Di India

Dalam Buddhisme, jasa besar diperkirakan bertambah dari menyalin dan melestarikan teks, master abad keempat, daftar menyalin kitab suci sebagai yang pertama dari sepuluh praktik-praktik keagamaan penting. Pentingnya teks mengabadikan diatur dengan kekuatan khusus dalam Sutra Sukhāvatīvyūha yang lebih besar yang tidak hanya mendesak taat untuk mendengar, belajar, mengingat dan mempelajari teks tetapi untuk mendapatkan salinan yang baik dan melestarikannya. Ini 'kultus buku' menyebabkan teknik untuk mereproduksi teks dalam jumlah besar, terutama doa-doa pendek atau pesona yang dikenal sebagaiDharani-s. Perangko yang diukir untuk mencetak doa-doa pada tablet tanah liat dari setidaknya abad ketujuh, tanggal contoh tertua. Terutama populer adalah gatha Pratītyasamutpāda, teks ayat singkat menyimpulkan filsafat Nagarjuna dari genesis kausal atau yang saling bergantungan. Nagarjuna tinggal di abad-abad awal era saat ini dan Creed Buddha, sebagai gatha yang sering disebut, dicetak pada tablet tanah liat dalam jumlah besar dari abad keenam. Tradisi ini ditransmisikan ke China dan Tibet dengan Buddhisme. Mencetak teks dari woodblocks tidak, bagaimanapun, tampaknya telah dikembangkan di India.

Di Eropa

Pencetakan blok sudah lama dipraktekkan di Eropa Kristen sebagai metode untuk mencetak pada kain, di mana itu umum oleh 1300. Gambar dicetak pada kain untuk tujuan keagamaan bisa cukup besar dan rumit, dan ketika kertas menjadi relatif mudah tersedia, sekitar 1400, media ditransfer dengan sangat cepat ke kecilukiran kayu gambar agama dan bermain kartu dicetak di atas kertas. Ini cetakandiproduksi dalam jumlah yang sangat besar dari sekitar 1.425 seterusnya.

Sekitar pertengahan abad ke-, blok-buku, buku ukiran kayu dengan teks dan gambar, biasanya diukir di blok yang sama, muncul sebagai alternatif yang lebih murah untuk naskah dan buku dicetak dengan movable type . Ini semua bekerja sangat digambarkan singkat, buku terlaris hari, diulang di banyak berbeda blok-book versi: moriendi Ars dan pauperum Biblia adalah yang paling umum. Masih ada beberapa kontroversi di kalangan sarjana, apakah pengenalan mereka mendahului atau, pandangan mayoritas, diikuti pengenalan tipe bergerak, dengan rentang tanggal diperkirakan berada di antara sekitar 1.440-1.460.

Kemajuan teknologi informasi sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi cetak mencetak, sehingga di mana pun kita berada selalu menatap dan menggunakan barang cetakan, misalnya: uang, meterai, prangko, surat kabar, majalah, buku, brosur, folder, poster, spanduk, company profile, formulir, ticket, kemasan (kertas, karton, kaleng, plastik, dll) sampai pada surat-surat berharga yang dipergunakan pada bank-bank, dan sangat banyak jenis, bentuk, jumlah barang cetakan di masyarakat.

Semakin banyak jumlah manusia, semakin meningkat sosial ekonomi, semakin tinggi pendidikan dan kebudayaan suatu bangsa akan semakin banyak memerlukan barang cetakan sebagai sarana komunikasi, alat pembayaran, sebagai pembungkus, dan fungsi-fungsi lain.

Perkembangan terakhir di bidang teknologi produksi grafika sebagai usaha untuk melayani tuntutan pemesan yang semakin cepat dan kritis adalah munculnya “ teknik cetak jarak jauh, instant printing dan yang terakhir print on demand.”

Gambaran umum fungsi dan jenis barang cetakan yang demikian banyak dan bervariasi menuntut industriawan grafika melengkapi peralatan yang memadai dari kualitas dan kuantitasnya, serta kesiapan sumber daya manusianya sebagai penentu keberhasilan produksi. Kondisi demikian memberikan peluang yang sangat besar bagi insan grafika untuk berkiprah mengisi lowongan dan tawaran yang sangat menjanjikan itu.

Sesuai dengan tujuan pendidikan, Teknik Grafika PNJ mempersiapkan struktur program kurikulum yang telah mengacu pada kebutuhan industri grafika walau tetap harus dibantu oleh perusahaan grafika, penyalur alat/mesin sebagai akibat dari perkembangan teknologi grafika. Penyusunan kurikulum tetap menggunakan pola baku, walaupun akhir-akhir ini ada kebebasan untuk mengubah dan menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Dengan kebebasan menentukan kurikulum itu, maka Teknik Grafika PNJ segera menyesuaikan kebutuhan di industri percetakan.

Sebagai bentuk penyesuaian itu tercermin di dalam kurikulumnya, terdapat mata kuliah “Sistem Produksi Grafika” dan simulasinya. Mata kuliah ini disajikan dengan menyertakan CD software yang baru saja diselesaikan oleh tim.

Kuliah sistem simulasi produksi grafika ini disajikan pada semester 4 dan semester 5, setelah para mahasiswa memperoleh materi tentang keteknikan di semester 1, 2, 3 dan 4, dan selanjutnya di semester 6 mahasiswa melakukan PKL (praktek kerja lapangan) dengan sistem kelompok sesuai dengan produk grafika yang akan ditekuni.

Di dalam mata kuliah sistem simulasi produksi grafika itu materi penyajiannya ditekankan bagaimana mahasiswa menangani dan mengelola order cetakan mulai dari awal sampai akhir, sehingga bobot manajerialnya lebih menonjol. Tugas demikian pada umumnya di perusahaan-perusahaan percetakan berperan sebagai perencana dan pengendalian produksi (PPC = Planning Production and Controll) atau dalam istilah manajemen, sebagai middle manager yang menentukan alur proses produksi.

Dari materi kuliah yang disajikan ini, diharapkan mahasiswa mampu menyiapkan dan menyusun rencana produksi, mendesain produk, memilih bahan dan alat/mesin produksi, menyusun jadwal produksi, melakukan pengendalian proses produksi dan mengendalikan mutu produksi. Para mahasiswa dituntut pula untuk mengestimasi apakah barang cetakan itu sebagai barang cetakan yang diproduksi akan menguntungkan perusahaan atau sebaliknya.
Selain sebagai seorang perencana dan pengendalian produksi, kemampuan yang diperoleh para mahasiswa itu dapat pula mendukung seseorang sebagai estimator, tenaga pemasaran, dan apabila dibarengi dengan pengembangan diri (melalui pengalaman dan menuntut pendidikan) akan sangat mungkin menjadi manajer setiap bagian dan mungkin lebih tinggi lagi, atau sebagai seorang wiraswastawan.

Percetakan adalah sebuah proses untuk mereproduksi teks dan gambar, biasanya dengan tinta di atas kertas menggunakan mesin cetak. Hal ini sering dilakukan sebagai proses industri skala besar, dan merupakan bagian penting dari penerbitan dan percetakan transaksi.

Perkembangan pencetakan diawali dengan penggunaan segel silinder diMesopotamia dikembangkan di 3500 SM, dan lainnya yang terkait segel cap . Bentuk paling awal dari pencetakan adalah pencetakan woodblock , dengan contoh-contoh yang ada dari China berasal sebelum 220 AD dan Mesir ke abad keempat. Kemudian perkembangan dalam pencetakan termasuk jenis bergerak , pertama kali dikembangkan oleh Bi Sheng di Cina, dan mesin cetak , proses pencetakan lebih efisien untuk bahasa barat dengan mereka lebih terbatas huruf , dikembangkan olehJohannes Gutenberg pada abad kelima belas.

mungkin agan-agan banyak yang belum tau, jurusan apakah produksi grafika itu?
produksi grafika adalah salah satu jurusan di sekolah grafika yang mengajarkan di bidang teknik produksi grafika (percetakan) mencakup penguasaan berbagai jenis mesin dalam industri percetakan.

Jurusan produksi grafika mempunyai kompetensi yaitu:

1. teknik cetak offset
Quote:Cetak offset adalah teknik cetak yang banyak digunakan, di mana citra (image) bertinta di-transfer (atau di- "offset") terlebih dahulu dari plat ke lembaran karet, lalu ke permukaan yang akan dicetak. 

Ketika dikombinasikan dengan proses litografi, yang berdasarkan pada sifat air dan minyak yang tidak bercampur, maka teknik offset menggunakan sebuah pemuat citra yang rata (planographic) di mana citra yang akan dicetak mengambil tinta dari penggulung tinta (ink rollers), sementara area yang yang tidak dicetak menarik air, menyebabkan area yang tak dicetak bebas tinta.

2. teknik cetak sablon
Quote:Cetak saring/sablon adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya barbahan dasarNylon atau sutra. Layar ini kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya. Kain ini direntangkan dengan kuat agar menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis dan disinari, akan terbentuk bagian-bagian yang bisa dilalui tinta dan tidak.

Proses eksekusinya adalah dengan menuangkan tinta di atas layar dan kemudian disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna.

3. teknik cetak tinggi
Quote:Cetak tinggi merupakan salah satu teknik mencetak yang memanfaatkan bentuk yang paling tinggi yang berasal dari plat klise untuk menghasilkan bentuk karya berupa gambar. Acuan cetak tinggi itu serupa dengan panel ukiran atau panel relief, oleh sebab itu cetak tinggi disebut juga cetak relief. Acuan cetak tinggi dibuat dari bahan-bahan keras dan lunak.

Salah satu alasan teknik cetak tinggi masih digunakan hingga kini adalah ia mampu melakukan beberapa "pekerjaan khusus" yang tidak bisa dilakukan oleh mesin dengan teknik cetak lain. Contoh pekerjaan-pekerjaan khusus tersebut adalah, Stans & Rill, Perforasi, Embose, dan lain sebagainya.

4. teknik jilid kemas/finishing
Quote:Proses potong, dengan tujuan untuk membagi beberapa kertas hasil cetak tadi menjadi beberapa bagian, atau bisa juga hanya sekedar untuk merapihkan kertas.

Foil, membubuhi kertas dengan tulisan atau gambar “mengkilat” seperti warna emas, perak, biru, merah, dsb.

Embossed, menghiasi kertas cetak dengan tulisan atau gambar, dimana hiasan tersebut berbentuk kertas yang timbul atau tenggelam akibat matres.

Proses laminating gloss/doff, UV gloss/doff, spot UV, dsb. Kertas cetak tadi dilapisi dengan plastik mengkilat atau plastik buram/dop pada bagian luarnya sehingga menimbulkan kesan estetis tersendiri.

Ponds, memotong kertas menjadi bentuk-bentuk tertentu akibat potongan pisau mesin pons. Bentuknya bisa berupa format untuk lipatan amplop, dus, dsb.

Lem, untuk menyambungkan atau menyatukan kertas cetakan semisal amplop.

Dan lain-lain semisal menjilid, jahit benang/kawat, nomerator, lipat susun/sisip, membungkus dengan plastik, dan lain sebagainya tergantung keperluan dan permintaan.

 

Proses cetak offset lithografi

Cetak offset adalah teknik cetak yang banyak digunakan, di mana citra (image) bertinta di-transfer (atau di- "offset") terlebih dahulu dari plat ke lembaran karet, lalu ke permukaan yang akan dicetak. Ketika dikombinasikan dengan proses litografi, yang berdasarkan pada sifat air dan minyak yang tidak bercampur, maka teknik offset menggunakan sebuah pemuat citra yang rata (planographic) di mana citra yang akan dicetak mengambil tinta dari penggulung tinta (ink rollers), sementara area yang yang tidak dicetak menarik air, menyebabkan area yang tak dicetak bebas tinta.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e7/DE-Zeitungsrollenoffsetdruck_by_Steschke.jpg/180px-DE-Zeitungsrollenoffsetdruck_by_Steschke.jpg

MAN Roland press

Proses Cetak dengan Mesin Cetak Offset

September 30, 2008 · Filed Under EntrepreneurshipPercetakan

http://rumahcahaya.com/wp-content/uploads/2008/10/usaha-bisnis-mesin-cetak-offset.jpgSetelah artikel sebelumnya membahas tentang peluang usahapercetakan, maka kali ini akan saya mengemukakan beberapaproses cetak yang dikerjakan dengan menggunakan mesin cetak offset, supaya sahabat-sahabat yang ingin terjun ke dalam bisnis percetakan mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus diambil.

Untuk menjadi sebuah produk cetak yang sempurna, maka aneka macam barang percetakan memerlukan beberapa proses produksiyang harus dilewati. Banyak atau tidaknya proses tersebut, tentu saja sangat tergantung dari sederhana atau tidaknya barang-barang cetak yang akan dibuat.

Adapun proses produksi cetak dengan menggunakan mesin percetakan offset yang saya ketahui adalah sebagai berikut:

Proses Pra-cetak:

  • Persiapan bahan kertas: seperti kertas HVS, BC, kenstruk, doorslags, matte paper, NCR, kertas wangi, duplex, ivory, dsb. disesuaikan dengan keperluan. Bisa juga blanko cetak, yaitu bahan cetak yang ukuran dan bentuknya telah jadi dan tinggal masuk ke proses cetak.
  • Setting Komputer: format yang akan dibuat pada barang cetakkan.. ukuran, naskah, serta desain grafisnya ditentukan di sini, dan biasanya diakhiri dengan diprint di kertas folio, kertas kalkir, atau film sparasi.
  • Rekam Plat: hasil settingan yang telah diprint tadi direkam (semacam dicopy) ke plat kertas atau plat aluminium (paper plate/aluminium plate) sehingga naskah cetakkan pun terdapat di atasnya, dan plat cetak inilah yang akan dipasang pada mesin cetak.
  • Bikin matres untuk foil atau emboss (bila diperlukan).

Peralatan grafika yang digunakan dikenal dengan istilahMesin Repro

Proses Cetak:

  • Plat cetak beserta bahan kertas yang telah siap pada proses pracetak tadi lalu dipasang di mesin cetak, dan ditempatkan di posisinya masing-masing berdasarkan fungsinya. Plat cetak dipasang di atas roll yang terdapat di atas mesin, sedangkan bahan kertas dipasang pada tempat mendatar di bawah roll tersebut. Dan tinta pun dipersiapkan pula pada tempatnya (warna sesuai yang diinginkan)
  • Setelah plat cetak, bahan kertas, dan tinta siap atau terpasang, maka mesin pun dijalankan.. dan terjadilah proses cetak. Tinta bersinggungan roll yang telah terpasang plat cetak, dan tinta bersinggungan pula dengan bahan kertas yang ada, sehingga terjadilah pemindahan naskah yang ada di plat cetak ke bahan kertas tersebut melalui tinta, dan kertas pun keluar satu persatu berisi naskah yang sudah jadi.

Peralatan grafika yang digunakan dikenal dengan istilahMesin Printing/Cetak.

Proses Finishing, diantaranya:

  • Proses potong atau serit kertas, dengan tujuan untuk membagi beberapa kertas hasil cetak tadi menjadi beberapa bagian, atau bisa juga hanya sekedar untuk merapihkan kertas.
  • Foil, membubuhi kertas dengan tulisan atau gambar “mengkilat” seperti warna emas, perak, biru, merah, dsb.
  • Embossed, menghiasi kertas cetak dengan tulisan atau gambar, dimana hiasan tersebut berbentuk kertas yang timbul atau tenggelam akibat matres.
  • Proses laminating gloss/doff, UV gloss/doff, spot UV, dsb. Kertas cetak tadi dilapisi dengan plastik mengkilat atau plastik buram/dop pada bagian luarnya sehingga menimbulkan kesan estetis tersendiri.
  • Pon’s, memotong kertas menjadi bentuk-bentuk tertentu akibat potongan pisau mesin pons. Bentuknya bisa berupa format untuk lipatan amplop, dus, dsb.
  • Lem, untuk menyambungkan atau menyatukan kertas cetakan semisal amplop.
  • Dan lain-lain semisal menjilid, jahit benang/kawat, nomerator, lipat susun/sisip, membungkus dengan plastik, dsb. tergantung keperluan.

 

Materi Cetak Tinggi

sejarah cetak tinggi

 1. SEJARAH CETAK-MENCETAK

Metode cetak-mencetak ditemukan oleh Johannes Gutenberg di Mainz, Jerman pada tahun 1440. Johannes Gutenberg hidup antara tahun 1400-1468. Segel dan bulatan segel yang pengerjaannya menganut prinsip serupa dengan cetak blok sudah dikenal di Cina berabad-abad sebelum Gutenberg lahir dan suatu bukti menunjukkan bahwa di tahun 868 Masehi sebuah buku cetakan sudah ditemukan orang di Cina. Teks dan gambar diukirkan pada sekeping papan, tanah liat atau logam, kemudian acuan/ stempel itu ditintai, ditumpangi selembar kertas (papyrus) yang kemudian ditekan sehingga tinta dari stempel berpindah ke permukaan kertas. Sering disebut orang sumbangan terpenting Gutenberg adalah penemuannya di bidang huruf cetak yang bisa bergerak. Dalam perkara ini pun hal serupa sudah diketemukan di Cina sekitar pertengahan abad ke-11 Masehi oleh seorang bernama, Pi-Sheng, karakter jenis yang dikembangkan dari tanah liat dikeraskan tetapi tidak secara total sukses. Di pertengahan tahun 1200 Masehi, karakter sejenis dari metal ( perunggu) telah dikembangkan di China dan Jepang, teks yang dikenal, yang paling tua mencetak dari jenis metal ini sampai tahun 1397. Satu abad kemudian dalam tahun 1440 Masehi, mungkin tidak acuh pada jenis yang kasar dikembangkan di Dunia Timur, Gb. Johannes Gutenberg Johannes Gutenberg memperkenalkan kepada film koboi/ buku koboi. ,

 

http://2.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwMGpux2uI/AAAAAAAAAAM/-Ib3D5HBSWE/s320/Graphic1.jpgGb. Johannes Gutenberg 

 

Proses serupa juga sudah dikenal orang di Eropa sebelum Gutenberg. Cetak blok memungkinkan pencetakan banyak eksemplar buku tertentu. Proses ini punya satu kelemahan: karena satu set baru serta komplit dari cukilan kayu atau logam harus dibuat untuk sebuah buku, dengan sendirinya tidaklah praktis untuk mencetak berbagai macam buku. Di Eropa percetakan yang tertua menggunakan metode ini sekitar 600 tahun yang lalu. Sebelum penemuan teknik cetak seluruh buku harus ditulis tangan yang biasanya dikerjakan oleh para biarawan di biara-biara. Sebuah buku menjadi barang sangat berharga yang hanya orang yang sungguh kaya dapat memilikinya. Membaca dan menulis hanya terbatas pada segelintir orang berpendidikan. Gagasan Gutenberg adalah penggunaan huruf-tunggal yang diukirkan pada kayu yang kemudian berkembang menjadi ukiran pada bahan logam 

http://1.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwNIY000MI/AAAAAAAAAAQ/m4kvxzl6HAk/s400/Graphic2.jpgGambar Mesin Cetak Gutenberg

Gutenberg telah berhasil melakukan macam-macam penyempurnaan. Misalnya, dia mengembangkan metal logam campuran untuk huruf cetak, menuangkan cairan logam untuk huruf cetak blok secara tepat dan teliti, minyak tinta cetak serta alat penekan yang diperlukan untuk mencetak. Setiap huruf dan tanda-tanda harus diukir pada sebatang besi secara terbalik,yang sebelah kiri sebuah matris menjadi sebelah kanan, stempel besi ini menjadi alat penakik yang diketukkan pada selembar lempengan tembaga yang akan menjadi acuan/matris. Matris ini kemudian ditempatkan pada alat pengecoran (dikerjakan dengan tangan). Konstruksi alat pengecoran ini sederhana namun praktis sekali. Bahan metal yang dipakai untuk dicor adalah timah putih, antimony, dan timah hitam. Huruf-huruf hasil cor ini cukup cermat dipakai untuk menyusun. 
Teknik cetak ini dikenal dengan istilah teknik cetak tinggi, karena bagian yang mencetak lebih tinggi daripada bagian yang tidak mencetak. Cara-cara pencetakan seperti ini, masih banyak kita temui pada percetakanpercetakan kecil di Indonesia sekitar tahun 90-an. Huruf tunggal ini dapat disusun menjadi kata atau kalimat yang setelah dipakai untuk mencetak dapat diuraikan dan disimpan kembali dalam kotak masingmasing untuk kelak dipakai lagi. Batangbatang penyusun, nampan tempat susunan huruf-huruf yang sudah disusun dan malahan mesin cetak merupakan penemuan kelanjutan dari Gutenberg. Mesin cetak yang pertama yang dibentuk berdasarkan alat pemeras buah-buahan. Bahan pencetaknya ditintai dengan menggunakan tampon (sekarang rol penintaan), lembaran kertas kemudian diletakkan ke atas alat cetak yang sudah ditintai itu, dengan menekan rata kertas itu maka diperoleh sebuah hasil cetak. Sumbangan pikiran Gutenberg secara keseluruhan lebih besar dari siapa pun juga dalam hal penyempurnaan mesin cetak. Arti pentingnya terutama terletak pada keberhasilannya menggabungkan semua unsur mesin cetak menjadi suatu sistem yang efektif dan produktif. Apa yang telah dikembangkan oleh Gutenberg bukanlah sebesar sebuah alat atau penemuan akal, dan bukan sekadar serentetan penyempurnaan, melainkan suatu proses produksi lengkap. Perbendaharaan biografis mengenai diri Gutenberg sangat minim, kita hanya tahu dia lahir di Jerman sekitar tahun 1400 M di kota Mainz. Sumbangannya terhadap seni cetak mencetak terjadi pada pertengahan abad dan pekerjaan terbagusnya, yang disebut Injil Gutenberg, dicetak di Mainz sekitar tahun 1454 M. Anehnya, nama Gutenberg tak pernah tercantum dalam buku mana pun, tidak juga dalam Injil Gutenberg, walaupun jelas dia sendiri yang cetak dengan alat penemuannya. Gutenberg tidak pernah tampak sebagai seorang usahawan, benar-benar dia tidak punya keinginan dapat uang dari hasil penemuannya. Dia sering terlibat dengan dakwaan pengadilan yang mengakibatkan keharusan baginya membayar tebusan dalam bentuk alat-alat perlengkapannya kepada temannya bernama Johann Fust. Gutenberg wafat tahun 1468 di kota Mainz. Hidup seharihari
Gutenberg sebagai tukang emas dan mengenal baik seni penulis- penulis dan pelukispelukis buku. Dia yang harus lebih banyak memecahkan banyak masalah teknis, menciptakan buku dengan nilai artistik tertinggi. Bentuk-bentuk hurufnya seperti juga barang-barang cetakannya memperlihatkan penguasaan yang pantas dipuji.

2. Prinsip dan Proses Cetak
Produk khas yang sering dicetak dengan mesin cetak tinggi, antara lain : kartu bisnis, kop surat, proof, billheads, format/ blangko, poster, pengumuman, stempel, emboss dan hotleaf
stamp. Mesin cetak tinggi adalah metoda pencetakan yang paling tua dengan bagian mencetak lebih tinggi dari bagian yang tidak mencetak. Penggunaan mesin cetak adalah
dalam banyak hal beralih ke mesin cetak offset. Disamping kecepatannya yang lebih cepat
biaya produksinya juga lebih murah. Mesin cetak tinggi masih banyak digunakan untuk
pekerjaan-pekerjaan yang khusus seperti emboss, ril, foil, dst. Secara umum ada 6 proses
cetak yang kita ketahui, antara lain :

2.1. Teknik Cetak Tinggi (Relief) 

 

adalah proses cetak menggunakan permukaan timbul/menonjol. Pada cetak tinggi huruf-huruf teks dan gambar-gambar adalah lebih tinggi dari-pada unsur-unsur yang tidak mencetak. Rol-rol tinta hanya menyentuh bagian-bagian yang tinggi dan menintainya. Tulisan dan/atau gambar-gambar kemudian dipindahkan lang-sung ke atas kertas atau ke atas bahan lainnya dengan tekanan yang kuat. Bentuk dasar huruf dibuat dari timah batangan yang di bagian atasnya memuat gambar huruf yang terbalik. Huruf ini akan terbaca pada hasil cetakan, yang mana terlebih dahulu gambar huruf tersebut diberi tinta. Bagian-bagian dasar huruf dapat diuraikan sebagai berikut http://4.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwOJcO8_YI/AAAAAAAAAAU/ksrDU9j5qys/s320/Graphic3.jpg(lihat gambar batang huruf disamping):
Gambar . Batang Huruf (a) Gambar huruf (type face), (b) Korp huruf (type size), (c) Takik huruf (Nick/kerf), (d) Tinggi huruf (type height), (e) Janggut huruf,
(f) Daging huruf (Letter Bleed), (g) Talud huruf (Shoulder), (h) Alur kaki huruf (Groofe),
(i) Tanda pasak (Pin Mark), 

(a) Gambar huruf (type face) adalah bentuk yang agak menonjol pada bidang permukaan batang huruf. Sedangkan yang dimaksud dengan batang huruf ialah sebatang logam dengan ketinggian tertentu yang berdiri pada dua kaki huruf. Diantara kedua kaki tersebut terdapat alur kaki.
(b) Korp huruf (type size) secara harfiah dapat dinyatakan bahwa : "(Korp: dari "corpus" berarti : badan 1) ". Istilah yang tertulis di atas kemudian dipakai dalam pengertian korp huruf, yang akhirnya mempunyai arti : jarak antara sisi yang ada kakinya sampai sisi seberangnya. Peranan korp huruf sewaktu dipergunakan untuk mencetak yaitu : merupakan dasar dalam pembentukan muka huruf (bayangan huruf). Dengan kata lain dapat dijelaskan bahwa korp huruf merupakan bagian yang akan mencetak.
(c) Takik huruf (Nick/kerf) merupakan tanda sisi bawah huruf yang mempunyai fungsi untuk:
– memudahkan penyusun agar letak huruf-huruf dalam susunan menjadi teratur.
– Mencegah terbaliknya huruf sewaktu disusun.
Selain itu takik bisa digunakan sebagai tanda pengenal berbagai ukuran huruf dan jenis huruf sehingga dapat membantu penyusun huruf sewaktu melaksanakan pendistribusian huruf.
(d) Tinggi huruf (type height) maksudnya adalah tinggi batang timah (timbal), diatur dari sisi bawah/dasar kaki batang huruf sampai sisi atas atau permukaan gambar huruf. Ada 3 macam ukuran tinggi huruf yang mudah menjadi standar, yaitu ukuran tinggi :
(1) Inggris dan Amerika = 23,32 mm) = 62,027 punt (pt) = 0,918 inci.
(2) Perancis = 23,56 mm = 62,666 pt = 0,928 inci. (ukuran ini disebut tinggi
normal)

http://3.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwQxzciIpI/AAAAAAAAAAk/fd5GJdIeeTk/s640/Graphic7.jpg

     Gbr. 7.4. Mesin Cetak Degel (1950)                                                         Gambar 7.5. Hand Press

Di luar standarisasi ini ada satu lagi ukuran tinggi huruf yaitu tinggi huruf Rusia = 25,10 mm 66,8 pt = 0,989 inci. Sedangkan ukuran tinggi huruf di Indonesia menggunakans standar 24,85 mm = 66,047 pt = 0,9777 inci 
(e) Janggut huruf disebut juga latar huruf bawah. Pengertiannya adalah ruang di bagian bawah gambar huruf yang memiliki tongkat bawah atau huruf yang berekor seperti huruf g,j,p,q dan y. Biasanya janggut huruf mempunyai ukuran besar 1/5 ( seperlima ) dari korp huruf. Misalnya korp huruf 10 point maka besarnya janggut sama dengan 10 x 1/5 = 10/5 = 2 point.
(f) Daging huruf (Letter Bleed) disebut juga latar huruf samping. Pengertiannya adalah ruang di bagiaan samping hambar huruf yang gunanya untuk menjaga supaya tongkat tegak dari dua huruf yang berdampingan tidak saling menyentuh. Dengan kata lain daging huruf dapat berfungsi sebagai spasi huruf (jarak antar huruf).
(g) Talud huruf (Shoulder) disebut juga bahu huruf atau lengkungan huruf, yaitu sisi-sisi yang agak miring pada gambar huruf. Dengan adanya talud huruf, maka susunan huruf yang rapat (tanpa interlini), tongkat bawah hurufnya tidak saling menyentuh dengan tongkat atas huruf pada baris berikutnya.
(h) Alur kaki huruf (Groofe) disebut juga bobot penghemat. Ini terdapat pada korp huruf yang besar. Tujuan dari alur kaki huruf adalah : 
– untuk menghemat bahan huruf.
– untuk memperingan berat huruf.

(i) Tanda pasak (Pin Mark) merupakan keterangan keluaran pabrik pembuat huruf .
http://4.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwQN7Nz-CI/AAAAAAAAAAg/xQ1UCJbNNdo/s400/Graphic6.jpga). sebagai tanda perdagangan
b). untuk mencari dan menentukan korp huruf. Kaki huruf adalah bagian/dasar yang gunanya untuk menyangga batang huruf atau sebagai tempat bertumpunya batang huruf sewaktu dicetakan. Karena pencetakannya secara langsung, maka cetak tinggi dikatakan cetak langsung. Salah satu mesin cetak tinggi, yaitu mesin degel. Mesin degel terdiri atas 2 (dua) komponen. Komponen-komponen tersebut adalah : 
1. Fundamen cetak (tempat meletakkan Gambar 7.6. Hand Press dengan Sistem Penintaan Piring acuan cetaknya) yang berbentuk datar.

2. Penekannya berbentuk datar (degelnya)
Mesin degel adalah mesin yang kertas cetaknya ditekankan menyeluruh pada acuan dengan menggunakan blok logam berat. Ditinjau dari cara kerjanya dikelompokkan 4 (empat) system, yaitu :
1. Sistem Boston
http://2.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwRf0KQj1I/AAAAAAAAAAs/RQSueUR1_gs/s640/Graphic8.jpg
Gb. Cara kerja sistem Boston

Waktu bekerja sistem Boston :
– Fundamen cetak (tempat meletakkan acuan tidak bergerak)

– Penekannya (degelnya) bergerak :
a. Membuka untuk mendapat kertas
b. Menutup (menghimpit) untuk mencetak
Mesin degel sistem Boston yang dikenal, antara lain :
– Heidelberg Degel
– Hand Press
– Grafo Press
– Thomson British

 


2. Sistem Gordon
http://2.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwTSLhCkNI/AAAAAAAAAAw/k4Cu_ZGheJM/s640/Graphic9.jpg

 

Gb. Cara kerja sistem Gordon

Waktu bekerja sistem Gordon :
– Fundamen cetak bergerak
a. Membuka untuk mendapatkan tinta
b. Menutup untuk mencetak
– Degelnya bergerak
a. Membuka untuk mendapat kertas
b. Menutup untuk mencetak
Mesin degel yang menggunakan sistem Gordon disebut juga Mesin Gordon.

3. Sistem Gally
http://3.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwT3b7mo2I/AAAAAAAAAA0/_3Kf33JWhrE/s640/Graphic10.jpgGb. Cara kerja sistem Gally

Waktu bekerja sistem Gally :
– Fundamen cetaknya tidak bergerak
– Degel bergerak :
a. Membuka untuk mendapat kertas
b. Sejajar dengan fundamen cetak
c. Menutup (menghimpit) untuk mencetak

4. Sistem Liberty

http://2.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwUVSobnBI/AAAAAAAAAA4/kZ7YRyEboNs/s640/Graphic11.jpg

Gambar . Cara kerja sistem Liberty

 

Waktu bekerja :
– Fundamen cetak bergerak :
a. Membuka untuk mendapatkan tinta
b. Menutup untuk mencetak
– Degelnya bergerak :
a. Membuka untuk mendapatkan kertas
b. Menutup untuk mencetak
Perbandingan system liberty dan sistem Gordon :
– Degelnya sama-sama bergerak
– Fundamen cetak sama-sama bergerak
– Sistem Gordon , Degel dan Fundamen cetak seakan-akan terpisah
– Sistem Liberty, Degel dan Fundamen cetak berada dalam 1 poros
Dapat disimpulkan mesin yang paling praktis ialah mesin Boston karena yang bergerak hanya degelnya sedangkan fundamennya tetap (permanen). Ditinjau dari pemasukan kertasnya :
– secara manual (oleh operator) satu persatu (hand press Gordon)
– secara mekanik (otomatis) yaitu Grafo Press 

Prinsip tekanan cetak pada cetak tinggi secara teknis dikerjakan dengan 3 jalan, yaitu :
a. Mesin cetak tangan horisontal (handpress) dan mesin cetak tangan vertikal (degel). Mesin ini mencetak datar atas datar, berupa kerja sama antara papan besi penekan (back pressure) dan acuan cetak (teks dan gambar-gambar). Pada cetak tangan horizontal penekan dan acuan cetak terletak dalam posisi horisontal, sedang pada cetak tangan vertikal posisi penekan dan acuan cetak vertical, karena besi penekan mengepres acuan cetak dengan tekanan paralel, maka perlulah tekanan cetak yang sangat tinggi. Pada cetak tangan vertikal papan penekan bergerak kembali setelah setiap pengepresan. Pada saat yang bersamaan "acuan" ditintai dan lembaran yang telah dicetak diganti dengan yang belum dicetak (sistem Boston). Ada juga mesin-mesin yang bekerja sepenuhnya otomatis seperti platenpress Heidelberg. Sistem ini dipakai untuk pekerjaan-pekerjaan kecil (jobbing work) dan dimaksud kan untuk pencetakan yang mengutamakan mutu.
http://4.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwU1-nH_zI/AAAAAAAAAA8/hhG-Vfw8XgE/s400/Graphic12.jpg 

b. Mesin cetak cepat (highspeed press)

 

 

Diketemukan tahun 1812. Sistem ini menggunakan sebuah silinder yang membawa kertas, waktu berputar ke atas acuan cetak yang datar. Karena pengepresan yang menyinggung saja maka keseluruhan tekanan yang dibutuhkan dapat dikatakan lebih kecil. Acuan cetak bergerak ke depan ketika lembaran dengan silinder itu berputar. Sebelum acuan 
Gambar. Landasan Mesin Cetak Silinder
cetak mengenai lembaran kertas (yang hendak dicetak), rol-rol tinta menintai acuan itu lebih dahulu. Kertas yang sudah tercetak kemudian terlepas dari gripper dan lewat suatu pita pengeluaran dihantarkan ke meja pengeluaran.
Mesin cetak Stop-Cylinder
Dengan mesin ini silinder berputar ke muka satu kali, kemudian berhenti agar acuan cetak dapat kembali.

 

Mesin cetak putaran-ganda (tworevolution-machine)


Mesin cetak putaran-ganda (tworevolution-machine) termasuk juga dalam kelompok mesin cetak cepat. Silinder pada mesin ini berputar selalu namun hanya pada putaran kedua selembar kertas disalurkan. Pada putaran kedua silinder terangkat ke atas sedikit agar 
acuan cetak dapat kembali.
http://2.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwVusZGV9I/AAAAAAAAABA/Q6JIUHkjqNc/s400/Graphic13.jpg 

Gb. Mesin Cetak Silinder


Mesin cetak cepat adalah mesin cetak tinggi yang paling penting. Pencetakan buku yang biasa, pekerjaan-pekerjaan yang perlu mutu yang tinggi dan malahan perforasi dan pelubangan dapat dikerjakan oleh mesin ini.
 

 

 

http://4.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwYeZSi9TI/AAAAAAAAABE/NbINS91vUWA/s320/Graphic14.jpg


Gambar . Sistem Pencetakan Langsung

c. Mesin cetak rotasi
Untuk mesin ini acuan cetak haruslah bulat yang dibalutkan sekeliling sebuah Hinder. Silinder acuan cetak dan silinder penekan bergulung yang satu pada yang lain, kemudian di antara kedua silinder ini dilintaskan kertasnya. Untuk mesin ini dibutuhkan rol-rol kertas. Sistem cetak rotasi adalah sistem untuk pencetakan jumlah banyak dan kurang ideal untuk pencetakan bermutu. Biasanya harian-harian/majalah-majalah dicetak dengan percetakan dengan sistem ini. Sistem cetak ini dimungkinkan setelah penemuan matris kertas. Kepada matris kertas inilah kemudian dilakukan penuangan timah untuk menghasilkan acuan cetak yang melengkung (berbentuk silinder). Mesin cetak rotasi pertama kati dibangun pada tahun 1860 di New York, Amerika Serikat. Mesin cetak rotasi untuk mencetak surat kabar (bertingkat dua kecepatan 30.000/jam. 

http://2.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwY1yJEw8I/AAAAAAAAABI/auv2QFVOFWE/s400/Graphic15.jpg

Dibawah ini dapat dilihat berbagai hal tentang huruf dan mesin cetak tinggi :
http://3.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwZUqRlhgI/AAAAAAAAABM/m3e5M2n9GbE/s640/Graphic16.jpg
Gb.Nomerator
Gb. Menutup Acuan
Gambar 7.16. Batang Huruf

 

http://4.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwaRY6_GsI/AAAAAAAAABQ/6-Gk5xVDbZw/s640/Graphic17.jpg

Gambar. Lemari Huruf dan Batang Huruf

http://2.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwasQYum5I/AAAAAAAAABU/HrHgqA3KEdU/s640/Graphic18.jpg

 

 

Gambar . Peletakan batang huruf pada siku susun

http://2.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwbDY5I43I/AAAAAAAAABY/t4VdpfeDw6c/s640/Graphic19.jpg
Gambar . Ruangan Cetak Tinggi beserta perlengkapannya
 

http://3.bp.blogspot.com/_m1d_GI8AUDE/TQwbhLSTtEI/AAAAAAAAABc/naJ9rcgG-9Q/s640/Graphic20.jpg

http://images.slideplayer.info/12/3673350/slides/slide_3.jpg

 

  Teknologi Produksi Grafika 1

Teknologi Produksi Grafika

https://3.bp.blogspot.com/-mW4I38Ss3zk/VtKK6TnKTXI/AAAAAAAAACg/1RnAXcqd-oU/s1600/Untitled-6.png

campurandkv.blogspot.co.id

Pengertian Grafika adalah suatu teknik atau cara penyampaian pesan, gagasan, informasi, pikiran, kesan perasaan melalui penggandaan dengan cara dicetak dan disajikan kepada khalayak.

Grafika merupakan teknologi yang memungkinkan hasil pikiran-pikiran tokoh ratusan bahkan ribuan tahun lalu sampai kepada kita berupa hasil cetakan. Karena jasa grafika juga, maka segala urusan manusia modern dipermudah atau sudah merupakan suatu mekanisme yang tidak mungkin ditinggalkan sejak sebelum lahir sampai ke liang lahat.

 

Mulai dari bungkus korek api, ijazah, buku rapor, surat kabar, majalah, buku pelajaran, koran, majalah, sertifikat, surat keterangan, surat nikah, perangko, brosur, folder, spanduk, company profile, formulir, tiket, meterai, uang kertas, faktur, kuitansi, STNK, surat pajak, KTP, paspor, dokumen perdagangan, peraturan, kemasan (kertas, karton, kaleng, plastik, dll) sampai ke poster dan bentuk cetakan dengan ukuran besar, surat-surat berharga yang dipergunakan pada bank-bank, dan sangat banyak jenis, bentuk, jumlah barang cetakan di masyarakat.

 

Semua adalah hasil karya manusia yang hanya bisa diwujudkan melalui teknologi grafika. Industri grafika/ percetakan di Indonesia sampai saat ini masih belum mampu menyetarakan diri dengan standar mutu industri grafika internasional, khususnya Asia dan Australia. Akibatnya, industri grafika Indonesia belum mampu berperan dalam menjawab tantangan pasar global. Dengan kata lain belum "Go International" Salah satu penyebabnya karena masih belum terpenuhinya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

 

Perubahan teknologi grafika terutama di pracetak sangat revolusioner. Perubahan software maupun hardware hampir dalam hitungan bulan.

Teknologi desk top publishing (DTP) yang belum lama berkembang, meluas ke computer to film, computer to plate, computer to press, dan print on demand.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, teknologi cetak konvensional mulai bergeser ke arah digital print.

Perkembangan teknologi dan pasar grafika yang terus berubah cepat menjadikan para pelaku industri tersebut tertuntut harus bisa menyesuaikannya. Faktor waktu memang menjadi daya tarik bagi industri grafika, di samping juga tarif yang murah. Harga pokok produksi bisa ditekan dengan penggunaan alat berteknologi terbaru. Kemajuan teknologi informasi sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi cetak mencetak, sehingga di mana pun kita berada selalu menatap dan menggunakan barang cetakan.

 

Gambaran umum fungsi dan jenis barang cetakan yang demikian banyak dan bervariasi menuntut industri grafika melengkapi peralatan yang memadai dari kualitas dan kuantitasnya, serta kesiapan sumber daya manusianya sebagai penentu keberhasilan produksi. Kemajuan teknologi informasi sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi cetak mencetak, sehingga di mana pun kita berada selalu menatap dan menggunakan barang cetakan, misalnya: uang, meterai, prangko, surat kabar, majalah, buku, brosur, folder, poster, spanduk, company profile, formulir, ticket, kemasan (kertas, karton, kaleng, plastik, dll) sampai pada surat-surat berharga yang dipergunakan pada bank-bank, dan sangat banyak jenis, bentuk, jumlah barang cetakan di masyarakat. Semakin banyak jumlah manusia, semakin meningkat sosial ekonomi, semakin tinggi pendidikan dan kebudayaan suatu bangsa akan semakin banyak memerlukan barang cetakan sebagai sarana komunikasi, alat pembayaran, sebagai pembungkus, dan fungsi-fungsi lain. Perkembangan terakhir di bidang teknologi produksi grafika sebagai usaha untuk melayani tuntutan pemesan yang semakin cepat dan kritis adalah munculnya “ teknik cetak jarak jauh, instant printing dan yang terakhir print on demand.”

 

Gambaran umum fungsi dan jenis barang cetakan yang demikian banyak dan bervariasi menuntut industriawan grafika melengkapi peralatan yang memadai dari kualitas dan kuantitasnya, serta kesiapan sumber daya manusianya sebagai penentu keberhasilan produksi. Kondisi demikian memberikan peluang yang sangat besar bagi insan grafika untuk berkiprah mengisi lowongan dan tawaran yang sangat menjanjikan itu.

 

Sesuai dengan tujuan pendidikan, ATG Trisakti mempersiapkan struktur program kurikulum yang telah mengacu pada kebutuhan industri grafika walau tetap harus dibantu oleh perusahaan grafika, penyalur alat/mesin sebagai akibat dari perkembangan teknologi grafika. Penyusunan kurikulum tetap menggunakan pola baku, walaupun akhir-akhir ini ada kebebasan untuk mengubah dan menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Dengan kebebasan menentukan kurikulum itu, maka ATG Trisakti segera menyesuaikan kebutuhan di industri percetakan.